Baubau, (Humas MAN 1 Baubau) — Kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) sekaligus Pengambilan Lencana Bantara melalui Ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) siswa MAN 1 Baubau resmi dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 di Lapangan Kantor Camat Lea-Lea yang sejuk, asri, nyaman, dan aman di kawasan perbukitan Kota Baubau.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh La Ode Rusdin Ato, Plt. Kepala MAN 1 Baubau, dan dihadiri oleh para Pembina Pramuka dari Gugus Depan (Gudep) Al-Kautsar dan Sitti Khadijah MAN 1 Baubau, Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Baubau, serta seluruh siswa peserta kegiatan. Suasana alam perbukitan Lea-Lea yang hijau dan segar menjadi latar sempurna bagi para pramuka muda untuk belajar, berlatih, dan menempa diri jauh dari hiruk-pikuk kehidupan perkotaan.
Dalam sambutannya, La Ode Rusdin Ato mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh siswa yang antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Persami dan Pengambilan Lencana Bantara bukan sekadar agenda rutinitas organisasi, melainkan sebuah proses nyata pembentukan karakter generasi muda yang unggul.
"Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter siswa yang beriman, tangguh, unggul, dan berkarakter kuat. Melalui ujian pengambilan lencana Bantara, anak-anak kita diperkenalkan langsung dengan alam dan lingkungan sekitar mereka — sebuah pengalaman yang tidak bisa mereka dapatkan di dalam kelas," ujar La Ode Rusdin Ato penuh semangat.
Ia juga menekankan pentingnya nilai ekoteologi dalam kehidupan para siswa, yakni kesadaran bahwa mencintai dan menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari keimanan dan bentuk nyata rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, mencintai lingkungan hidup adalah perwujudan salah satu Panca Cinta yang harus tertanam dalam diri setiap pramuka sejati.
"Ketika kita mencintai dan merawat alam, sesungguhnya kita sedang menjalankan amanah Tuhan sebagai khalifah di muka bumi. Inilah yang kami sebut ekoteologi — memadukan spiritualitas dengan kepedulian terhadap lingkungan," tegasnya.
Lebih lanjut, La Ode Rusdin Ato mengangkat filosofi mendalam dari lambang Pramuka, Tunas Kelapa, yang dikenal mampu tumbuh subur di berbagai jenis tanah dan kondisi alam. Ia berharap semangat dan filosofi tunas kelapa ini dapat meresap dan menjadi inspirasi hidup bagi setiap siswa MAN 1 Baubau dalam menghadapi berbagai rintangan di masa depan.
"Seperti tunas kelapa yang bisa tumbuh di mana saja, di tanah gersang sekalipun ia tetap tegak dan berbuah, kami berharap siswa-siswi MAN 1 Baubau mampu menghadapi segala tantangan dunia global dengan penuh keyakinan, kesiapan, dan ketangguhan jiwa," pungkasnya disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Adapun Pengambilan Lencana Bantara melalui Ujian SKU menjadi rangkaian yang paling dinantikan dalam kegiatan ini. Para siswa diuji kemampuan, kedisiplinan, dan ketangguhannya melalui berbagai materi kepramukaan, mulai dari keterampilan bertahan hidup di alam terbuka, ketangkasan fisik, pengetahuan kebangsaan dan kemanusiaan, hingga pembentukan sikap mandiri dan tanggung jawab. Lencana Bantara yang diraih bukan semata simbol prestasi, melainkan tanda kedewasaan seorang pramuka yang telah naik ke tingkat lebih tinggi dalam perjalanan membentuk pribadi yang berintegritas dan berdedikasi.
Kegiatan Persami dan Pengambilan Bantara MAN 1 Baubau ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter sejati tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui sinergi yang solid antara pihak madrasah, Gudep Al-Kautsar dan Sitti Khadijah, serta Kwarcab Pramuka Kota Baubau, generasi muda MAN 1 Baubau terus ditempa untuk menjadi insan yang beriman, berilmu, dan mencintai alam.
