Sambut Tahun Ajaran Baru, Guru MAN 1 Baubau Gelar Workshop Implementasi KBC dan Pembelajaran Mendalam

Sambut Tahun Ajaran Baru, Guru MAN 1 Baubau Gelar Workshop Implementasi KBC dan Pembelajaran Mendalam
Baubau (Humas MAN)--- Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, jajaran pendidik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Baubau menggelar kegiatan lokakarya (workshop) inovatif bertajuk "Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)dan Pembelajarsn Mendalam". Kegiatan yang bertema "Transformasi Digital Berbasis Cinta: Strategi Guru Menghasilkan Pembelajaran Bermakna" ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pendekatan pedagogis para guru agar lebih mengedepankan empati, kasih sayang, dan pembentukan karakter peserta didik.

Workshop yang berlangsung di aula Asrama MAN 1 Baubau ini dilaksanakan pada Sabtu (11/07/2036). Workshop ini diikuti seluruh Dewan Guru MAN 1 Baubau.

Mengapa "Kurikulum Berbasis Cinta"?
Ketua Tim (Katim) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Zulrahmat selaku narasumber menjelaskan bahwa Pendekatan "Kurikulum Berbasis Cinta" (Love-Based Curriculum) digagas sebagai respons terhadap tantangan pendidikan modern di mana kecerdasan emosional dan kesehatan mental siswa sama pentingnya dengan pencapaian akademis. Melalui workshop ini, para guru dilatih untuk:
Membangun Empati: Memahami kondisi psikologis dan latar belakang siswa yang beragam.
Komunikasi Positif: Menggunakan bahasa yang memotivasi dan menghindari penghakiman dalam proses belajar mengajar.

Ruang Belajar Aman (Safe Space): Menciptakan lingkungan kelas di mana siswa merasa aman untuk berpendapat, berekspresi, dan belajar dari kesalahan tanpa takut di- bully atau direndahkan.
Sebagai Fokus Materi Workshop, narasumber membimbing para guru untuk menyusun Modul Ajar dengan menggunakan pendekatan KBC. 
H. Zulrahmat mengharapkan agar semua guru mempersiapkan modul ajarnya meskipun hanya untuk pertemuan pertama awal tahun ajaran baru. 
"Saya tidak menuntut Bapak-Ibu Guru untuk membuat Modul Ajar KBC sebanyak 16 kali pertemuan atau untuk satu semester. Yang saya harapkan adalah semua guru harus mempersiapkan modul ajar untuk pertemuan pertama di awal  tahun ajaran baru. Untuk selanjutnya tinggal penyempurnaan dan pengembangan modul", papar Guru Keterampilan Robotik MAN 1 Kendari itu penuh harap. 

Kepala MAN 1 Baubau La Ode Rusdin Ato dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme para guru mengikuti kegiatan ini. Beliau berharap bahwa bekal dari workshop ini dapat langsung diimplementasikan pada hari pertama sekolah.

Penulis : Dra. Wine Mulhammah, S.Pd


.
Share: