MAN 1 Baubau Gelar Upacara Peringatan HAN Ke-42 dengan Khidmat

MAN 1 Baubau Gelar Upacara Peringatan HAN Ke-42 dengan Khidmat

BAUBAU (Humas-MAN)--- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Baubau menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kamis (23/07/36) yang berlangsung di halaman upacara madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan tenaga kependidikan.

Upacara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diarahkan langsung oleh Wakil Kepala Madrasah, Sry Fuan dan (Plt.) Kepala MAN 1 Baubau, La Ode Rusdin Ato sekaligus bertindak sebagai pembina upacara. Seluruh rangkaian kegiatan upacara ditugaskan kepada pengurus OSIS. Upacara berjalan tertib dan lancar, mengacu pada susunan acara resmi sesuai dengan pedoman pelaksanaan upacara nasional. 
Upacara diawali persiapan upacara yang dipandu oleh MC (Khansa As Syaza); penimpin upacara (Atika Aulia Zahra) memasuki lapangan; pengibaran bendera oleh Muhammad Khafizan Addin, Anggun Pratiwi, dan Naufal; dilanjutkan hening cipta yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya okeh Grup Marchibg Band Madrasah; pembacaan Pancasila (Khairul Jaris Azzikra) sebagai ajudan; pembacaan teks Pembukaan UUD 1945 (Putri Sahfia); Pembacaan Amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA ), Arifatul Choiri Fauzi oleh pembina upacara; dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Muhammad Fatahillah Irwan. 
 Kutipan amanat Menteri PPPA menyampaikan tema HAN ke-42. 
"... HAN ke-42 mengangkat tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan'. Tema ini menegaskan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati dan didengar pendapatnya. Anak bukan sekedar objek pembangunan melainkan subjek pembangunan... Lindungi adalah kewajiban seluruh pihak untuk memastikan anak bebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, perundungan, baik di dunia nyata maupun ryang digital.... Saya mengajak seluruh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan dubia usaha organisasi masyarakat, media, lembaga pendidikan, komunitas, keluarga, serta seluruh anak Indonesia untuk menjadi bagian dari gerakan BERLIAN (Bersama Lingkungan Anak) ".
Plt. Jepala MAN 1 Baubau menegaskan tentang bagaimana menjadikan madrasa sebagai sekolah ramah anak. 
"MAN 1 Baubau bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa. Di madrasah ini, kita berkomitmen menghadirkan Sekolah Ramah Anak: tidak boleh ada kekerasan, bullying, maupun diskriminasi dalam bentuk apa pun. Mari ciptakan lingkungan belajar yang mendidik dengan kasih sayang dan keteladanan", papar La Ode Rusfin Ato saat dikonfirmasi seusai pelaksanaan upacara HAN ke-42.
Share: