04022821448
manbaubau01@gmail.com

Berita

MAN 1 Baubau

  • MAN 1 Baubau Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
07 Mar 2026
MAN 1 Baubau Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

MAN 1 Baubau-HUMAS ---Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah yang diinisiasi Kementerian Agama, menempatkan kasih sayang sebagai landasan utama pendidikan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif dan bebas kekerasan. KBC ini berfokus pada lima pilar cinta (Panca Cinta) yaitu Cinta Allah dan Rasul, Cinta Ilmu, Cinta diri dan sesama, Cinta Lingkungan, dan Cinta Tanah Air. 

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Baubau menggelar Workshop Implementasi KBC pada Sabtu (07/03/26) di Aula Asrama Tahfidz AlKautsar MAN 1 Baubau. Kagiatan workshop ini mengusung tema Transformasi digital Berbasis Cinta Strategi Guru Menghasilkan Pembelajaran  Bermakna.Kegiatan yang diikuti oleh seluruh dewan guru Man 1 Baubau ini dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov.Sultra), H. Mansur, S.Pd.,M.A. Dalam sambutannya, H. Mansur menyampaikan pentingnya pelaksanaan workshop bagi guru.

Pelaksanaan workshop ini menjadi ajang memposisikan proses pembelajaran kita terhadap berbagai kepentingan yaitu kepentingan siswa, masyarakat, dan lembaga. Untuk memenuhi kepentingan tersebut guru harus mempunyai kreativitas. Guru harus bertransformasi. Guru harus memiliki nyawa atau kepekaan. Guru harus potensial agar madrasah ini tidak kehilangan peluang seperti peluang masa depan, peluang lembaga dan peluang kesejahteraan kita. Pelaksanaan pendidikan yang belum maksimal perlu dievaluasi, sehingga jabatan kepemimpinan itu harus memiliki empat hal yaitu, keteladanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan siap melayani, papar H. Mansur dengan gamblang.

Di sisi lain, Kakanwil mengajak kepada guru agar menjadikan madrasah ini sebagai madrasah yang dapat diminati oleh masyarakat. Agar MAN 1 Baubau dapat  diminati oleh masyarakat maka guru madrasah harus memiliki kemampuan untuk mendesain pembelajaran.

Guru adalah arsitek dan desainer pembelajaran. Semakin bagus guru medesain pembelajaran  semakin nyaman orang tua dan  peserta didik berada di madrasah ini. Guru sebagai arsitek, harus mampu mengikuti perkembangan zaman melalui workshop seperti ini. Guru juga harus mampu beradaptasi dengan tantangan zaman yaitu digitalisasi. Selain itu, guru harus menjadi guru berdampak atau guru wajib artinya keberadaan guru di madrasah harus menyenangkan dan sangat bermakna bagi peserta didik, ungkap  H. Masur penuh harap.

Pada kegiatan pembukaan workshop tersebut turut hadir Kepala Bidang Pedidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Sultra, Hj. Sitti Mardawiah Kasim; Pelaksana Tugas  Kepala Kankemenag Kota Baubau, Khairiyati Rahmah, S.H.,M.H. bersama pejabat struktural dan fungsional lingkup Kankemenag Kota Baubau.

Selaku Pelaksana Tugas Kepala MAN 1 Baubau,La Ode Rusdin Ato melaporkan bahwa penerapan kurikulum cinta di MAN 1 Baubau telah diwujudkan dalam berbagai kegiatan di bulan Ramadhan ini seperti untuk   menerapkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dengan melaksanakan pembiasaan tadarus Al Quran, sholat dhuha, sholat zuhur berjamaah, ceramah agama, dan penerapan akhlak Rasulullah; penerapan kegiatan literasi sebagai wujud penerapan cinta ilmu; kegiatan berbagi kepada sesama siswa dan masyarakat sekitar  merupakan penerapan cita kepada sesama; dan penerapan cinta lingkungan dengan kegiatan kokurikuler ekoteologi yaitu budidaya jamur tiram serta menanam berbagai jenis tanaman.

Tinggalkan Komentar